Demi Bermain Piala Dunia Rela Menjual Tubuhku

Demi Bermain Piala Dunia Rela Menjual Tubuhku

Demi Bermain Piala Dunia Rela Menjual Tubuhku

Demi Bermain Piala Dunia Rela Menjual Tubuhku – Tak dipungkiri, ajang Piala Dunia menjadi Ajang yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap pecinta bola di dunia termasuk aku. Namaku maria, tidak terlalu suka sepak bola, namun aku menjadikan ajang ini untuk nonton bola bersama yang biasanya digelar di banyak cafe, salah satunya Cafe Rose yang berada di dekat rumahku.

Malam itu pertandingan antara Jerman dengan Korea Selatan, aku pecinta segaja jenis yang berbau Korea sehingga aku memilih Korea. Aku bersama temanku memilih ikut nonton bola bersama di Cafe Rose saat pertandingan baru saja dimulai aku perhatikan seorang pria berparas tinggi selalu menatapku, mungkin karena efek baju ketat yang aku gunakan malam itu.

Saat pertandingan berjalan 15 menit ia menghampiriku dan membawakan minuman dan terjadilah perbincangan antara kami berdua. Akhirnya kuketahui ia bernama Hendri, berumur 22 tahun yang artinya seumuran denganku. Perbincangan kami lanjutkan, sampai tidak memperhatikan layar monitor pertandingan tersebut sampai akhirnya gol 2-0 yang dimenangkan oleh Korea Selatan.

Piala Dunia Menjadi Penyebab Utama Perawanku Melayang – Acara nonton bersama selesai aku memilih pulang, ia ingin mengantarku pulang, aku iyakan saja. Sebelum pulang ia mengajakku berkeliling, untuk mencari angin katanya. Saat dalam boncengannya, sengaja aku sandarkan badanku ke badannya membuat payudaraku nempel di punggungnya. Ia juga sengaja rem mendadak membuat payudaraku semakin menempel.

Kok rem mendadak terus sih bang, tetekku kan jadinya nempel terus, nanti abang keenakan lagi,” ucapku. Ia pun berkata “Sengaja biar terasa dek, baru kena tetek kamu aja kontol abang uda tegang, gimana kalau yang lain ya?” seraya tertawa. Tak malu lagi, kupegang kontolnya di dalam celananya dan ternyata benar dalam keadaan tegang. Ia pun mengarahkan motornya menuju kostnya, aku hanya ikut saja.

Setibanya di kost, tanpa basa-basi ia menelanjangiku, meremas tetekku, mengelus memekku membuatku menggelinjang keenakan. Ia lepaskan pakaiannya, dan keluarlah kontol berukuran lumayan besar, berbulu lebat yang sudah tegang. Ia mengarahkan kontolnya untuk kuhisap, aku masukkan perlahan ke mulutku membuatnya mendesah keenakan.

Memekku yang mulai basah langsung ia masukkan kontolnya dan ahh ahh ahh sakit rasanya, memekku belum pernah dimasuki kontol sebelumnya. Ia mengentotiku dengan kencang sembari menghisap kedua tetekku, tak lama ia mengeluarkan kontolnya dari memekku dan mengocoknya kencang sekali pertanda ia akan segera ejakulasi.

Benar saja, sperma hangat langsung membasahi tubuhku, kental dan banyak sekali spermanya. Aku hisap kontolnya sampai lemas, lalu segera membersihkan diri. Ia lalu mengantarku pulang kerumah dan mulai malam itu dan seterusnya aku akan selalu pergi ke Cafe Rose untuk menonton bola bersama, mungkin bisa menemukan pria lainnya lagi.

BANDARQ ONLINEBANDARQ TERPERCAYASITUS JUDI PIALA DUNIA | AGEN TERPERCAYA

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*